Lensa Fixed dan Zoom

Dalam fotografi lensa berfungsi sebagai alat pengumpul cahaya, yang mana kemudian meneruskan cahaya yang dikumpulkan tersebut ke dalam sensor kamera. Pada setiap lensa, terdapat sebuah angka dengan satuan milimeter (mm). Angka ini menerangkan jarak titik fokus dari lensa tersebut. Para pabrikan lensa menawarkan lensa-lensanya dalam 2 (dua) katagori besar, lensa fixed dan zoom.

 

Lensa Fixed / Lensa Prime

Canon 50mm f/1.2 L
Canon 50mm f/1.2 L

Lensa ini memiliki ukuran panjang titik fokus yang tetap. Karena titik fokusnya tetap, secara teknis biasanya lensa-lensa ini lebih tajam ketimbang lensa zoom. Akan tetapi, tentunya pada saat komposisi gambar, lensa ini tidak sefleksibel lensa zoom. Untuk mendapatkan komposisi yang diinginkan, fotografer perlu secara fisik maju atau mundur atau mengganti lensanya dengan ukuran yang lebih seseuai.

Selain disebut sebagai lensa Fixed, lensa jenis ini juga disebut sebagai lensa Prime (Utama).

Lensa Zoom

Nikon 24-79mm f/2.8 ED
Nikon 24-79mm f/2.8 ED

Lensa ini ukuran panjang titik fokusnya memiliki rentang tertentu. Lebar rentang lensanya tidak standard, tergantung tiap-tiap merk kameranya. Tentunya, lensa-lensa zoom umumnya memiliki ketajaman yang agak kurang dibandingkan lensa fixed / lensa prime. Akan tetapi, fleksibilitas yang ditawarkan lensa ini memiliki nilai plus tersediri. Sehingga untuk melakukan komposisi, si fotografer tidak perlu maju mundur atau mengganti lensa.

Selain dikatagorikan atas dua kelas lensa tersebut lensa-lensa juga dibagi dalam beberapa golongan

  • Lensa Normal
  • Lensa Lebar (wide)
  • Lensa Panjang (tele)
  • Lensa Macro / Micro
  • Lensa Fish eye
  • Lensa Tilt-shift

Ukuran lensa ini TIDAK terpengaruh pada ukuran format sensor atau format film. Lensa 50mm akan tetap memiliki titik fokus berjarak 50mm dari pusat lensa, apapun format sensor atau format film yang dipakai. Dengan demikian, objek yang terekam setinggi 4mm di sensor APS-C, juga akan terekam setinggi 4mm di sensor full frame, juga akan terekam setinggi 4mm di sensor medium format.

Akan tetapi, apabila sebuah lensa dipakai pada format sensor yang berbeda, hasil fotonya akan menghasilkan gambar dengan lebar yang berbeda-beda. Hal ini terjadi BUKAN karena lensanya, akan tetapi karena perbedaan format dari sensornya. Inilah yang menyebabkan adanya istilah crop factor.


MK Photography adalah tempat belajar fotografi yang berlokasi di Jakarta. Kami membuka Kelas Basic Photography WeekDays dan WeekEnd. Kami juga membuka kelas Intermediate WeekDays dan Weekend. Jangan ragu untuk menghubungi kami atau langsung chat via WhatsApp.

Share this now :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *