Jangan Belajar Komposisi Kalau Mau Foto Anda Bagus

Para alumni kursus MK-Photography sering berkomentar terhadap cara saya mengajar komposisi fotografi yang tidak lazim seperti kebanyakan pengajar fotografi lainnya. Saya selalu mengatakan kepada murid-murid saya ketika mereka belajar komposisi untuk melupakan apa yang saya ajarkan tentang komposisi. Saya pribadi sebagai pengajar fotografi lebih suka membebaskan murid-murid saya mencari bentuk dan gaya komposisi mereka sendiri. Menurut saya, belajar komposisi akan lebih baik apabila murid-murid saya memiliki wawasan gaya fotografi yang luas.

Sejak awal saya belajar fotografi 20-25 tahun yang lalu hingga sekarang, teori-teori komposisi yang diajarkan oleh para pengajar dan literatur-literatur fotografi selalu sama :

  • Point of interest
  • Garis
  • Center (tengah)
  • Aturan ⅓ – ⅔
  • Background ramai atau sepi
  • Moment
  • Angle

Pembahasan dan literatur mengenai komposisi yang beredar di jagad internet ini pun tetap sama seperti diatas. Sedangkan teknologi, selera, generasi, jaman, selera pribadi dan lain-lain sudah amat berkembang dan berubah dibanding 25 tahun yang lalu.

Apakah teori komposisi fotografi tidak bisa berubah?

Menurut saya pribadi, SUDAH, teori komposisi sudah berubah dan berkembang. Definisi foto yang bagus dan baik sudah tidak bisa lagi hanya bergantung pada teori-teori komposisi klasik itu. Foto yang bagus sudah banyak berkembang mengikuti perkembangan jaman.

Apakah saya tetap mengajarkan teori-teori komposisi klasik tersebut?

Iya, saya tetap mengajarkannya. Karena teori-teori komposisi klasik tersebut diperlukan untuk membentuk dasar-dasar ketika seorang fotografer pemula belajar komposisi. Saya tetap mengajarkan teori dasar komposisi, untuk memberikan dasar fondasi pada fotografer pemula. Akan tetapi, pengajaran saya tidak terlalu menekankan pada teori-teori tersebut.

Ketika belajar komposisi seorang fotografer layaknya seorang tukang masak yang sedang belajar masak. Untuk belajar masak, seseorang perlu mempraktekkan resep-resep dasar untuk memahirkan dan melatih cita rasa dia. Pada saatnya nanti pada saat dia sudah lancar dengan resep-resep dasar, tukang masak itu mulai memasukkan bumbu-bumbu lain sesuai dengan seleranya.

Setelah memahami teori-teori dasar komposisi tersebut, saya sarankan untuk tidak terlalu lagi berpegangan pada teori tersebut. Langgar aturan-aturan tersebut. Perluas wawasan Anda dengan melihat berbagai macam gaya fotografi. Jadilah anggota pada website-website sharing foto yang banyak ada di internet, terutama website-website dari luar negeri seperti 1x.com atau 500px.com. Cari fotografer lain yang dapat Anda jadikan idola dan perhatikan foto-foto dari fotografer idola Anda.

Coba perhatikan dan pelajari foto-foto yang Anda sukai di website-website tersebut. Perhatikan :

  • Bagaimana point of interest nya, jelas atau tidak?
    • Besar atau kecil?
    • Lokasinya di foto tersebut ada di mana?
    • Tengah, pinggir, 2/3?
  • Bagaimana peletakan elemen – elemen desainnya (garis, pola, warna, bentuk, frame)?
  • Bagaimana dengan simetrinya? Miring, diagonal, sejajar, teratur, berantakan?
  • Bagaimana dengan tone dari foto tersebut? Gelap, terang? Vivid, soft, false colour, b/w?
  • Bagaimana angle yang diambil? Dari atas, tengah, bawah?
  • Bagaimana dengan penggunaan space? Lebar, ketat? Hal ini akan berhubungan dengan penggunaan lensa. Anda lebih suka hasil dari lensa tele atau wide?
  • Bagaimana dengan konsep dan subyeknya? Manusia, model, landscape, still life?
  • Bagaimana dengan background? Ramai, bersih, tajam, blur?

Pelajari itu semua. Resapi foto-foto yang dapat membuat Anda berhenti dan memandangi foto tersebut dengan nikmat. Bangun “rasa” indah tersebut di hati dan otak Anda, sehingga pada saat Anda motret, hal-hal tersebut sudah menjadi automatis.

Semua itu hanya dapat Anda lakukan kalau Anda terus melakukan :

  • motret
  • review hasil Anda dari referensi
  • motret lagi hingga Anda puas

Pada akhirnya, semua teori-teori komposisi fotografi yang ada dapat dilanggar untuk kemudian membentuk gaya motret Anda sendiri. Gaya memotret seseorang pasti terpengaruhi oleh referensi dan idola-idola sang fotografer itu sendiri. Karena pada akhirnya, secara tidak sadar Anda akan membentuk gaya motret Anda sendiri.

Terus motret! Terus mencoba! Jangan takut salah!
Dari kesalahan tersebut, Anda akan belajar dan membuat Anda bisa menghasilkan foto yang lebih baik lagi.

Terima kasih sudah mampir


MK Photography adalah tempat belajar fotografi yang berlokasi di Jakarta. Kami membuka Kelas Basic Photography WeekDays dan WeekEnd. Kami juga membuka kelas Intermediate WeekDays dan Weekend. Jangan ragu untuk menghubungi kami atau langsung chat via WhatsApp.

Share this now :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *